Kecerdasan Majemuk

Mengenal dan Mengembangkan Kecederdasan Pada Anak

Oleh Novrianti Yusuf

ponakan

Anak bagai mutiara di dalam lautan yang sangat dalam, dibutuhkan perjuangan yang cukup berat untuk dapat menjadikannya sebuah mutiara yang bernilai dan indah dipandang mata. Anak adalah rezki yang terbesar bagi orang tua, karena di dalam diri anak tersebut terdapat berjuta-juta kekayaan yang tak ternilai. Namun demikian segala yang terbaik pada diri anak tiada berarti bila orang tua tidak berusaha untuk menegtahui kekayaan apa saja yang ada pada anak dan bagaimana agar kekayaan tersebut benar-benar menjadi kenyataan bagi si anak.

Howard Gardner, menemukan bahwa manusia pada dasarnya memiliki kecerdasan yang majemuk, bukan saja kecerdasan IQ yang selama ini kita kenal.  Gardner membagi  atas 7 kecerdasan dan kemudian ditemukan lagi satu kecerdasan yaitu kecerdasan naturalis.

1. Kecerdasan Linguistik

Kecerdasan ini ditunjukkan dengan adanya kemampuan menggunakan bahasa untuk mendeskripsikan kejadian, membangun kepercayaan dan kedekatan, mengembangkan argumen logika dan retorika, atau mengungkapkan ekspresi dan metafora.  Anak-anak yang cerdas di bidang ini biasanya bicara lebih cepat dan lebih sering. Senang mengumpulkan kata-kata baru dan memamerkan pembendaharaan kata pada orang lain, menyukai lelucon dan kalimat plesetan. Suka memutar kaset cerita berulang-ulang hingga mereka hafal setiap kalimat yang diucapkan dalam cerita tesebut.

Beberapa jenis pekerjaan yang membutuhkan kecerdasan linguistik adalah wartawan dan reporter, tenaga penjual, penyair, copywriter, penulis dan pengacara.

2. Kecerdasan Logika-Matematika

Adanya kemampuan menggunakan angka-angka untuk menghitung dan mendeskripsikan sesuatu, menggunakan konsep matematis, menganalisa berbagai permasalahan secara logis, menerapkan matematika pada kehidupan sehari-hari, peka terhadap pola tertentu, serta menelaah berbagai permasalahan secara ilmiah merupakan ciri-ciri dari kecerdasan ini. Anak-anak ini menyukai teka-teki, berfikir secara matematis dan menyukai pertukangan.

Beberapa jenis pekerjaan yang membutuhkan kecerdasan logika matematika adalah : akuntan, ahli statistik, insinyur, penemu, pedagang, dan pembuat program komputer.

3. Kecerdasan Musikal

Kemampuan untuk mengerti dan mengembangkan teknik musikal, merespon terhadap musik, menggunakan musik sebagai sarana untuk berkomunikasi, menginterpretasikan bentuk dan ide musikal, dan menciptakan pertunjukan dan komposisi yang ekspresif. Anak-anak yang pandai di bidang music senang menyanyi, bersenandung, mengubah lirik lagu yang dikenalnya, dan suka mengangguk-anggukan kepala sejalan dengan irama.

Beberapa jenis pekerjaan yang membutuhkan kecerdasan musical adalah guru musik, pembuat instrumen atau alat musik, pemain band atau konduktor, DJ, kritikus musik, kolektor musik, pencipta lagu atau penyanyi.

4. Kecerdasan Spasial

Kemampuan spasial atau kecerdasan visual merupakan kecerdasan yang ditunjukan dengan kemampuan untuk mengenali pola ruang secara akurat, menginterpretasikan ide grafis dan spasial serta menterjemahkan pola ruang secara tepat. Anak dengan kecerdasan ini biasanya senang bermain dengan balok kayu, membuat bangunan konstruksi, membuat benteng dari ranting kayu, menciptakan bentuk dengan cat, tanah liat, program computer. Suka menata perabot, merangkai bunga dan menggambar didinding.

Beberapa jenis pekerjaan yang membutuhkan kecerdasan spasial adalah photographer, decorator ruang, perancang busana, arsitek, pembuat film.

5. Kecerdasan Kinestetik (Bodily-Kinesthetic)

Kemampuan untuk menggunakan seluruh atau sebagian dari tubuh untuk melakukan sesuatu, membangun kedekatan untuk mengkonsolidasikan dan meyakinkan serta mendukung orang lain, dan menggunakannya untuk menciptakan bentuk ekspresi baru. Anak-anak dengan kecerdasan ini suka bergerak dan menyentuh segala sesuatu, suka membuat model, menjahit, bermain dengan jari tangan, atau belajar bahasa isyarat.

Beberapa jenis pekerjaan yang membutuhkan kecerdasan ini adalah mekanik, pelatih, pengrajin, atlet, aktor, penari atau koreografer.

6. Kecerdasan Interpersonal

Kemampuan untuk mengorganisasikan orang lain dan mengkomunikasikan secara jelas apa yang perlu dilakukan, berempati kepada orang lain, membedakan dan menginterpretasikan berbagai jenis komunikasi dengan orang lain, dan memahami intensi, hasrat, dan motivasi orang lain. Anak-anak dengan kecerdasan ini biasanya pandai bergaul dan emiliki banyak teman, suka kedamaian, tidak selalu menjadi pusat perhatian, namuan mereka merupakan pengamat yang baik, berdiri tenang dan menepi.

Beberapa jenis pekerjaan yang menggunakan kecerdasan interpersonal adalah manajer, politisi, pekerja sosial, pemimpin, psikolog, guru atau konsultan.

7. Kecerdasan Intrapersonal

Kecerdasan ini merupakan kemampuan untuk menilai kekuatan kelemahan, bakat, ketertarikan diri sendiri serta menggunakannya untuk menentukan tujuan, menyusun dan mengembangkan konsep dan teori berdasarkan pemeriksaan kedalam diri sendiri, memahami perasaan, intuisi, temperamen, dan menggunakannya untuk mengekpresikan pandangan pribadi. Anak-anak dengan kecerdasan ini biasanya tidak cepat puas dengan hasil pekerjaan mereka, senang bekerja sendiri, menulis dibku harian sejak dini, konsisten dengan apa yang telah dilakukan sejak awal dan menyukai cerita dan buku-buku riwayat hidup.

Beberapa jenis pekerjaan yang menggunakan kecerdasan ini adalah perencana, pemuka agama, atau ahli filosofi.

Bagaimana mengembangkan kecerdasan majemuk pada anak ?

Kecerdasan Linguistik

Anak-anak dengan tingkat kecerdasan linguistik tinggi gemar menulis, membaca dan berbicara. Biarkan mereka berdiskusi mengenai buku atau sesuatu yang mereka baca. Untuk memperkaya kosa kata mereka, berikan permainan seperti Boggle atau Scrabble.

Kecerdasan Logika-Matematika

Jika mereka terus bertanya mengenai cara kerja suatu benda, jawablah pertanyaan meerka dengan sabar dan dorong mereka untuk terus bertanya. Jika mereka ingin melakukan sesuatu tanpa bantuan orang lain, biarkan mereka mencobanya dahulu dan berikan motivasi untuk melakukannya sampai selesai. Jika mereka melakukan kesalahan, jelaskan dengan sabar dan jangan katakan bahwa anda sudah tahu bahwa cara itu tidak akan berhasil. Dorong mereka untuk ikut dalam kegiatan yang banyak membutuhkan kemampuan menyelesaikan masalah dan berpikir kritis misalnya klub catur atau klub robotik. Beberapa permainan yang bisa mengembangkan kecerdasan ini adalah catur, puzzle, Halma, Stratego, Risk atau Sudoku.

Kecerdasan Musikal

Dorong anak anda untuk bergabung dengan kelompok paduan suara atau band di sekolah. Miliki satu jenis alat musik di rumah dan daftarkan ia ke dalam kursus musik. Perdengarkan berbagai jenis alat musik. Ajak mereka untuk mengarang lagu yang sesuai dengan kegiatan mereka saat itu.

Kecerdasan Visual Spasial

Berikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan imajinasi mereka melalui melukis, menggambar, mewarnai, dan kegiatan sejenis. Kembangkan kreativitas mereka dengan mendorong mereka untuk merancang pakaian atau bangunan. Beberapa permainan yang mendukung kecerdasan visual spasial adalah LEGO dan Blokus.

Kecerdasan Kinestetik

Untuk mengembangkan jenis kecerdasan ini, dorong mereka untuk bergabung dalam tim olahraga di sekolah. Ajak mereka untuk melakukan kegiatan olah raga seperti berenang. Daftarkan mereka ke dalam kelas tari.

Kecerdasan Interpersonal

Secara umum, anak-anak dengan kecerdasan interpersonal tinggi akan dengan senang hati mengikuti semua kelompok kegiatan di dalam dan luar sekolah serta mudah berteman dimanapun ia berada. Anda dapat mendorongnya untuk menunjukkan perilaku yang baik dalam berteman. Anda bisa menuliskan berbagai perilaku yang anda ingin ia kembangkan. Namun ingatlah bahwa orang tua adalah contoh terdekat bagi anak anda. Jika anda ingin mereka bersikap sopan, maka anda pun harus bersikap yang sama, mereka akan mendengarkan anda jika anda juga mau mendengarkan mereka.

Kecerdasan Intrapersonal

Bantu anak-anak untuk belajar menentukan tujuan. Dorong mereka untuk membuat daftar hal-hal yang mereka inginkan atau ingin mereka lakukan lebih baik. Bantu mereka untuk memilah-milah tujuan tersebut menjadi langkah-langkah kecil.

Mengidentifikasi kecerdasan majemuk anak

Ada berbagai cara untuk mengidentifikasi kecerdasan majemuk si kecil. Anda bisa datang ke psikolog dan minta untuk dilakukan tes terhadapnya. Masalahnya tes yang dilakukan umumnya berupa pertanyaan verbal dengan kunci jawaban yang standar. Hal ini bisa menjadi masalah jika si anak tidak mengerti benar pertanyaan yang diajukan karena berbagai alasan, misalnya perbedaan bahasa atau istilah yang digunakan, kondisi anak pada saat tes dilakukan (capek, ngantuk, marah) atau hambatan lain seperti spektrum autisme. Untuk mengatasi masalah tersebut, cara lain untuk mengukur kecerdasan majemuk si kecil adalah dengan melakukan tes sidik jari. Berbagai hasil riset dari para ahli dermatoglyphics (ilmu yang mempelajari pola kulit) menunjukkan bahwa sidik jari berhubungan erat dengan perkembangan sistem syaraf seseorang. Hasil tes sidik jari ini dipercaya jauh lebih akurat daripada tes verbal.

Cara termudah (dan temurah) adalah dengan melakukan pengamatan sendiri terhadap anak Anda. Berhati-hatilah dalam melakukan pengamatan. Anak anda mungkin mendapat nilai jelek dan tidak suka pada pelajaran matematika, namun sebenarnya dia memiliki tingkat kecerdasan logika matematika yang tinggi. Nilai jelek hanya karena dia tidak suka dan tidak mengerti cara mengajar sang guru matematika.

Beberapa pertanyaan yang dapat memantu orang tua dalam mengidentifikasi kecerdasanpada anak, antara lain:

Kecerdasan Logika Matematika

Apakah anak anda :

  • Menyenangi pelajaran matematika?
  • Senang menyelesaikan berbagai soal matematika?
  • Senang bekerja dengan komputer?
  • Sering bertanya mengenai cara kerja suatu benda?
  • Senang permainan yang menggunakan strategi, seperti puzzle, caturatau othello?
  • Senang melakukan percobaan ilmiah?

Kecerdasan Linguistik

Apakah anak anda :

  • Senang membaca buku?
  • Senang belajar kosa kata baru dan menggunakannya dalam berbicaraatau menulis?
  • Senang bercerita atau mendengarkan cerita?
  • Memiliki ingatan yang baik tentang orang, tempat, nama dan tanggal?
  • Sering kesal jika seseorang salah menggunakan kata?

Kecerdasan Spasial

Apakah anak anda :

  • Senang menggambar?
  • Senang mencoret-coret di atas kertas?
  • Senang berkhayal?
  • Lebih mudah membaca peta, gambar dan diagram dibandingkan tulisan?
  • Dapat menemukan jalan di tempat baru tanpa harus ditunjukkan?
  • Senang membongkar sesuatu dan menggabungkannya kembali?

Kecerdasan Kinestetik

Apakah anak anda :

  • Tidak bisa diam atau kakinya terus bergerak ketika sedang duduk untuk waktu yang agak lama?
  • Senang melakukan kegiatan seperti berenang, berlari, naik sepedaatau bermain sepatu roda?
  • Menggunakan bahasa tubuh dan gerakan tangan ketika berbicaradengan orang lain?
  • Ingin menyentuh benda yang baru dikenalnya/dilihatnya?
  • Senang mencoba kegiatan olah raga baru dan tidak cepat lelah?
  • Menunjukkan gerakan fisik yang berbeda sewaktu sedang berpikiratau bekerja?
  • Menirukan gerakan tubuh orang lain?

Kecerdsan Musikal

Apakah anak anda :

  • Senang mendengarkan musik?
  • Senang bernyanyi atau bersenandung?
  • Kesal jika suara musik dimatikan?
  • Senang memainkan alat musik?
  • Mudah mingingat irama suatu lagu walaupun baru mendengar satu kali?
  • Memilki suara yang indah?

Kecerdasan Interpersonal

Apakah anak anda :

  • Memiliki dua atau lebih sahabat dekat?
  • Mengerti perasaan teman mereka dari raut wajah, gerakan tubuh dan suara?
  • Memperhatikan perasaan temannya?
  • Bisa berempati dengan orang lain?
  • Membantu temannya menyelesaikan masalahnya?
  • ‘Street Smart’ ?
  • Menempati posisi di organisasi sekolah atau kelompok?
  • Merupakan pemimpin secara alamiah?

Kecerdasan Intrapersonal

Apakah anak anda :

  • Senang menyendiri?
  • Membutuhkan tempat yang tenang untuk dirinya?
  • Bisa mengekspresikan perasasnnya secara tepat?
  • Memiliki ketertarikan atau hobi yang tidak suka ia bicarakan?
  • Menunjukkan kemandirian dan keras kepala?
  • Memiliki kemampuan untuk menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya?

Nah, sekarang adalah tugas orang tua untuk membantu kecerdasan yang dimiliki anak agar menjadi kakayaan yang tak ternilai harganya bagi kedepan hidup anak. Tentunya orang tua yang berperan pertama kali dalam mengembangkan kecerdasan ini sebelum adanya bala bantuan dari dunia taman kanak-kanak.
(tulisan ini semoga dapat menjawab pertanyaan seorang ibu yang sangat antusias dalam mengikuti perkembangan putrinya yang cantik-cantik…buat kakakku yang sanagt tergila-gila pada keajaban putrid-putrinya, semoga menjadi bunda yang dapat dibanggakan bagi putrid-putrinya esok J). Vie

2 thoughts on “Kecerdasan Majemuk

  1. menggambar seperti apakah yang bisa kita berikan kepada anak untuk mengembangkan kecerdasan visual-spasial anak? terima kasih

  2. Lina, menggambar adalah sebuah cara melukiskan imajinasi seseorang terhadap satu bentuk. Menggambar seperti apa yang diharapkan dalam menciptakan kecerdasan spasial anak?maka, jawaban yang tepat adalah biarkan anak menggambar apa yang mereka pikirkan, kita jangan membuat pola berfikir anak tentang membuat sesuatu,sebab hal itu akan mengurangi nilai imajinatif anak. COntoh,bila kita memberikan contoh gambar ikan,maka konsep anak tentang ikan akan selalu seperti itu hingga dia memasuki dunia pendidikan, lain halnya bila kita membawa anak ke dunia aquarium, biarkan mereka mengamati dan melukiskannya sendiri berdasarkan apa yang mereka lihat,maka akan terbentuk kecerdasan tersebut. Oke, lina selamat mencoba!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s